Sabtu, 02 April 2016

3 Fakta Yang Menhancurkan Remaja Tentang TV

kegilaan tv
Kegilaan Layar Kaa

Kehidupan anak remaja sekarang sangat dipengaruhi oleh TV. Arus anak muda jaman sekarang sangat dipengaruhi TV. Saya membudayakan diri saya untuk menghindari TV (kecuali berita) walaupun saya masih muda. Untuk orang tua, sebaiknya anaknya dialihkan ke hal selain TV saran saya biarlah dia menciptakan permainan sendiri seperti jaman dahulu. Kenapa TV buruk?

  • TV Menghipnosis
Ini seperti penyakit menular, jika orang yang sakit anda dekati, sekit pula anda.
Kalau anda orang yang menangani iklan-iklan pasti tahu karena iklan-iklan memanfaatkan  teknik "asosiasi". LIhatlah, iklan rokok, ada pemuda yang keren ini pasti akan diasosiasikan jika merokok, pasti seperti si pemuda keren itu. Ini juga sama di film-film. Lihat aja, anak jaman sekarang egonya lebih meledak dari anak jaman dulu. Mari saya ajak anda menonton kembali film anda, betapa kuat ego si tokoh utama. Kalau tidak kuat, filmnya tidak seru. Jadi TV adalah pemusnah pola pikir yang jernih. 
  • TV Menghancurkan "Pemimpin Diri" Anak Anda
Apa Jadinya jika rakyat tanpa pemimpin? Chaos.
Didalam otak ada bagian yang namanya bagian eksekutif. Saya merasa sedih ketika anak dibawah 6 tahun sudah menonton TV terutama kartun Spongebob. Efek dikartun ini merangsang sangat banyak bagian diotak dan akhirnya menghancurkan otak eksekutif ini menurut penelitian yang diadakin di USA. Kalau mau menonton TV, sebaiknya pas 7 tahunan.

  • Anak Indonesia Jadi Takut Membaca
Ingin menang dalam argumentasi? taku-takutilah lawan anda! Terjamin.
Di TV tokoh yang membaca buku selalu berpenampilan bodoh, kacamata tebal, kikuk dan aneh. Ini salah kaprah. Penulis sebenarnta ketagihan membaca buku. Sebenarnya orang yang suka membaca buku masuk jajaran 100 orang terkaya dunia. Lihatlah Bill Gates dan Warren Buffet. Mereka adalah KUTU BUKU. Di USA, kutu buku macho-macho, kutu buku bukan kepribadian yang buruk tapi kepribadian yang sangat efektif.

Itulah intinya, itu yang membuat kemelaratan mental anak muda jaman sekarang. Hati-hati dengan mental block yang diciptakan media, sukseslah karena penulis punya ambisi untuk mengubah dunia yang lebih baik



0 komentar:

Posting Komentar